Blog dapat menghasilkan uang milyaran rupiah. Demikian menurut laporan Business Week yang menampilkan 13 blogger sukses. Walaupun dipublikasikan 2 tahun lalu, saya berpendapat laporan ini masih berguna dan siapa tahu bisa menjadi inspirasi, terutama bagi Anda yang ingin menjadi blogger profesional.

Dari 13 blog yang disebutkan majalah bisnis online terkemuka itu, saya memilih 8 blog yang menghasilkan uang satu milyar rupiah atau lebih per tahunnya. Selain itu, kedelapan blog sukses ini juga memiliki jumlah pengunjung harian yang mencengangkan.

Inilah kedelapan blog tersebut beserta profil singkatnya.

1. BoingBoing

Mark Frauenfelder

Pemiliknya adalah Mark Frauenfelder, seorang penulis dan ilustrator. Mark pernah bekerja sebagai kolumnis bulanan “living online” di majalah Play Boy selama 3 tahun.

Didirikan January, 2000
Penghasilan > Rp 1 Milyar per tahun
Topik Komik, fiksi ilmiah, komputer, dan teknologi
Trafik 22 juta page views dan 2,6 juta unique visitors (pengunjung blog yang berasal dari 1 alamat IP tertentu) per bulan
Update 20-40 postingan per hari dengan 4 penulis bayaran
Sumber penghasilan Iklan dengan tarif US $ 350 per minggu (button kecil), iklan banner $ 2000 – $ 3000 untuk minimum 170,000 impresi

Wow iklannya mahal banget, trafiknya pun hampir 1 juta page views per hari. Luar biasa!

2. ShoeMoney

Shoemoney dengan cek adsense senilai $120,000

Pemilik blog adalah Jeremy Schoemaker, pria berkepala plontos asal Amerika Serikat yang berpenampilan eksentrik.

Didirikan Oktober 2005
Penghasilan $12,000 per bulan (setara Rp 1,4 milyar per tahun)
Topik Make money online
Trafik 20,000 unique visitors per hari
Sumber penghasilan Produk sendiri, AuctionAds, dan Adsense

Busyet deh, jumlah pengunjung 20,000 per hari. Hebat tenan…

3. talkingpointsmemo.com

talking poin memo

Pemilik: Josh Marshall. Mantan reporter politik yang menjadi full-time blogger.

Didirikan November 2000
Penghasilan $54,000 per bulan (setara Rp 5,4 milyar per tahun)
Topik Politik
Trafik 500,000 page views per minggu
Sumber penghasilan Iklan, afiliasi

Memang doi wartawan, jadi pintar menulis untuk mencari uang :D

4. perezhilton.com

Perez Hilton dengan Victoria Beckham

Pemiliknya Mario Lavandeira. Simak kata-katanya ini, “Advertisers come to me because I get a lot of traffic. I get a lot of traffic because I work hard”.

Didirikan September 2004
Penghasilan $110,000 per bulan (setara Rp 13,2 milyar per tahun)
Topik Gosip selebriti
Update 20 postingan per hari
Trafik 4 juta unique visitors per hari
Sumber penghasilan Iklan (1 banner bertarif $13,000 per hari)

Perez Hilton memang blog selebriti dunia. Pemiliknya pun menjadi selebriti. Bahkan, dia menjadi juri dalam pemilihan Miss America 2009 lalu.

5. Gothamist

Jake Dobkin

Pemiliknya adalah Jake Dobkin. “Advertisers like the demographics: young, educated, and often wealthy readers. A real draw for the city-based sites is the ability to target online ads geographically. It’s a benefit that some of the other independent publishers or blog networks can’t offer,” Dobkin says.

Didirikan Januari 2003
Penghasilan $50,000 per bulan (setara Rp 6 milyar per tahun)
Topik Dinamika kota New York, seni, makanan, events, dan 7 kota-kota metropolitan dunia
Update 20-25 postingan per hari (lebih dari 5 penulis)
Trafik 7 juta page views per bulan
Sumber penghasilan Iklan

Luar biasa, dengan hanya memuat berita-berita seputar kota New York bisa mendapat uang milayaran.

6. TechCrunch

Michael Arrington

Pemiliknya adalah Michael Arrington. “Our advertisers are people who want to reach a tech audience and an early-adopter audience. It’s a targeted audience that spends a lot of money,” Arrington says.

Didirikan Juni 2005
Penghasilan $200,000 per bulan (setara Rp 24 milyar per tahun)
Topik gear, mobile technology, and sites
Trafik 5 juta page views per bulan
Sumber penghasilan Iklan (button kecil tarifnya $300 dan banner $ paling kecil $1,000 per minggu) dan job board

Mahal benar iklannya, gak mungkin deh Blogodolar beriklan di sana. Anyway, salut buat TechCrunch yang pelangggan RSS-nya mencapai 2,935,000 (per 3 Agustus 09).

7. Mashable

Pete Cashmore

Pemiliknya adalah Pete Cashmore. “Now it’s more than a full-time job. Bloggers don’t get much sleep,” he says

Didirikan Juli 2005
Penghasilan $166,000 per bulan (setara Rp 19,9 milyar per tahun)
Topik trend of mashups
Trafik 4 juta page views per bulan
Sumber uang utama Iklan teks (tarifnya $100 per minggu) dan banner (tarifnya $2,000 per minggu)

Memang blogger harus banyak begadang, sedikit tidur biar seperti Mashable tuh :D

8. Problogger

Darren Rowse

Pemiliknya Darren Rowse. Ia sering dijuluki Bapaknya para blogger yang make money blogging. Dengan bantuannya (dibahas dan mempersilakan para blogger menjadi guest blogger di blognya), banyak blogger yang menjadi terkenal (misalnya Yaro Starak, Chris Garret) dan meraup ribuan dolar per bulannya.

Didirikan November 2004
Penghasilan $100,000 per tahun (setara Rp 1 milyar)
Topik Make money online dan make money blogging
Up date 1-2 postingan per hari
Trafik 1,5 juta pengunjung per bulan
Sumber uang utama Chitika, Google AdSense, Text Link Ads, dan Amazon Associates.

Salut buat Darren yang rendah hati dan mumpuni di bidangnya.

Opini Saya

Dari kesuksesan kedelapan blog tersebut, saya memiliki dua opini berikut ini:

  • Trafik merupakan faktor penting dalam monetisasi blog. Semakin tinggi trafik, semakin besar peluang uang yang didapat.
  • Topik (niche) gosip selebriti merupakan ladang basah untuk menghasilkan uang. Terlepas dari kontroversi,  topik ini memang sangat disukai banyak orang.

Sumber: http://www.blogodolar.com/blog-yang-menghasilkan-uang-milyaran-per-tahun/


Inilah orang2 “Terbuang” dari Indonesia, semoga dapat membuat kita menjadi termotifasi, langsung saja :

1. March Boedihardjo ==> HONG KONG – Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika. Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum

khusus untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007). Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,’’ kisahnya. March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik. Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa mendapat status tersebut.

2. Prof Nelson Tansu, PhD– Pakar Teknologi Nano ==> Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano. Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

3. Muhammad Arief Budiman : MERAH-PUTIH DI SAINT LOUIS ==> Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat. Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat. anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an pangan dunia. Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.

4. Prof Dr. Khoirul Anwar : TERINSPIRASI KISAH FIRAUN ==> Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler. Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang. Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007. Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu. Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang.

5. Dr Warsito P. Taruno : AKU PULANG, AKU BERJUANG, AKU MENANG ==> Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology. Belasan tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan pemerintah, penelitian mereka berhasil di Tanah Air. Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar. Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito. ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).

Kini mereka telah bergabung di Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, Juga ada grupnya di facebook lho. Ini berita pembentukan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional :

JAKARTA, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional mendeklarasikan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) di Gedung Ditjen Dikti, Sabtu (24/10). Hal ini sebagai tindak lanjut kesepakatan Ditjen Dikti dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) pada Simposium Internasional PPI Dunia yang diselenggarakan di Denhaag, Belanda, 3-5 Juli lalu.

Dalam sambutannya, Ketua I-4 Nasir Tamara mengatakan, I-4 hadir dengan harapan mampu mempererat kerja sama ilmuwan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia dan pelopor kerja sama antara pemerintah, swasta, akademisi, dan mahasiswa. “Mereka sudah melihat potensi ilmuwan-ilmuwan Indonesia mampu membawa kemajuan bagi bangsa kita,” tuturnya.
Nasir mengatakan, ada delapan program yang akan menjadi fokus I-4, antara lain, membantu para doktor dalam menghasilkan tulisan-tulisan ilmiah bertaraf internasional, meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Inggris di Indonesia sehingga jurnal mereka bisa diterima internasional, membuka akses ilmuwan Indonesia di luar negeri agar bisa berkarya di dalam negeri, memperbarui data ilmuwan di seluruh dunia, menghimpun dana untuk konferensi internasional, meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga pengajar, serta membuka kesempatan luas kepada para mahasiswa dan ilmuwan untuk mengambil program master dan doktor.
Sejumlah nama ilmuwan terkemuka asal Indonesia tergabung dalam I-4, antara lain Nelson Tansu, Etin Anwar, Ken Soetanto, Yohanes Surya, dan Anies Baswedan. Deklarasi ini akan ditindaklanjuti dengan kunjungan sosialisasi ke sejumlah provinsi, seperti Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, dan Papua. (Kompas)

%d blogger menyukai ini: