Lakshmi Tatma

 

Ini adalah kejadian aneh yang menimpa manusia-manusia di Asia. Kabarnya sempat menggemparkan karena mendapat liputan luas dari media massa internasional. Meski sebenarnya bukan hanya 10 kasus ini saja yang aneh, tapi Asia memiliki banyak kejadian aneh, baik menyangkut alam maupun manusianya, hanya saja belum tercover secara luas. Berikut 10 kasus manusia aneh di Asia (indonesia ada juga gan) :

1.The Horny Grandma [CHINA]

Granny Zhao – nama panggilannya dulu – adalah seorang wanita tua dari Zhanjiang yang menjadi terkenal karena tumbuh ‘tanduk’ di dahinya. Menurut keluarganya, tanduk itu muncul sekitar 3 tahun yang lalu, sebelumnya dalah tahi lalat kecil biasa, namun entah kenapa lalu berubah menjadi ganas dan terus membesar. Awalnya dibiarkan, namun tumbuh menjadi tidak terkendali bahkan kini menjadi sangat menggangu pandangannya. “Saya menjadi tidak nyaman karena telah menghalangi pandangan saya,” kata nenek Zhao.

2.The Over-Sized Fingers [CHINA]

Liu Hau dari Jiangsu. Sejak lahir, tangan Hau sudah aneh, ia memiliki ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah, yang aneh. Tumbuh membesar tidak proporsional. Kondisi ini disebut macrodactyly. Pada 2007 lalu ia menjalani operasi rekonstruksi tangannya di rumah sakit shanghai. Dari operasi pembedahan itu dokter mengangkat 5.1kg daging & tulang.

3. The Tree-Trunk Leg [CHINA]

Chen Zongtao benar benar tidak dapat jongkok karena kakinya yang berbobot 150 pon. Pertumbuhan daging tak wajar ini dialami sejak ia masih kanak kanak yang terus berkembang akhirnya seluruh kaki kanannya mengalami itu. Akibatnya,Chen tak dapat bangun, ia hanya bisa melewati waktunya di tempat tidur. Dokter mengatakan bahwa dia menderita neurofibroma, semacam tumor jinak. Tidak diketahui apa tindakan selanjutnya pada Chen, apakah ia akan dioperasi atau tidak.

4.The Chinese Elephant Man [CHINA]

Kondisi dan foto-fotonya yang aneh tersebar ke seluruh dunia dan ini sangat mengejutkan. Huang Chuncais pun kemudian populer dengan sebutan ‘Chinese Elephant Man.Tumor seberat 15 kg telah menarik kulit wajahnya sehingga berbentuk aneh. Ini membuat Huang sangat menderita, bahkan untuk makan pun dia harus bersusah payah. Berkat fotonya yang dipublikasi secara luas, ia pun mendapatkan tawaran operasi denganbebas biaya. Adalah dokter di Fuda Cancer Hospital di Guangzhou yang menawari bantuan itu. Tentu saja operasi ini tidak bisa hanya sekali, karena kondisinya kadung parah. Foto ini adalah salah satu yang diambil setelah operasi kedua, pada januari 2008. Masih belum sepenuhnya normal. Tumor yang mengelantung masih terlihat. Tapi Huang tak perlu khawatir karena pihak dokter akan mengoperasinya kembali sampai wajahnya kembali normal.

5. The Man With A Twin [INDIA]

Awalnya warga di Nagpur mencurigai kalau Sanju Bhagat yang perutnya membuncit tidak normal adalah seorang pecandu alkohol serius. Kemudian petani usia 36 tahun itu mengira, perutnya yang membesar mirip orang hamil adalah akibat tumor. Lalu dia pun ke dokter. Ternyata dokter menyatakan bahwa di dalam perutnya adalah parasit kembarannya yang berkelamin laki-laki. Itu sebabnya, nafsu makan Bhagat sangat luar biasa melampaui orang normal, padahal meski makan banyak tapi tubuhnya pun tidak gemuk. Ternyata, itu adalah pengaruh parasit kembarannya yang terus berkembang di dalam perutnya.

6. The Human Octopus [INDIA]

Laksmi Tatm, bocah yang kelahirannya menjadi sangat menggegerkan karena dia lahir dengan 4 kaki dan 4 lengan. Orang menyebut bocah ini sebagai Human Octopus atau manusia gurita. Kondisi itu terjadi karena parasit kembarannya yang masuk ke dalam dirinya sewaktu dalam kandungan. Kejadian yang menghebohkan itu sempat diartikan lain oleh masyarakat tertentu,. Mereka [percaya bahwa Laksmi adalah penjelmaan Dewi Laksmi, yakni dewi berkaki delapan yang menajdi salah satu yang dipuja dalam agama Hindu. Dua tahun kemudian, setelah Laksmi cukup besar, dokter pun melakukan pembedahan terhadap parasit di tubuhnya. Kini bocah cantik itu bisa hidup normal, hanya dengan dua tangan dan dua kaki.

7.The Tree Man [INDONESIA]

Laki-laki Pohon Indonesia yang dikenal sebagai Dede menderita karena kombinasi Human Papilloma Virus (HPV) dan kekacauan genetik. Pertumbuhan kutil yang terus menerus sudah mengambil-alih sebgaian tubuhnya. Akibatnya ia mendapat cemooh dari banyak orang, bahkan sampai kehilangan pekerjaan karenannya.. Akhirnya pertolongan pun datang, Dede yang telah memiliki dua anak ini pun menjalani operasi di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

8.The Gigantic Face [VIETNAM]

Lai Ti Dao adalah seorang gadis kecil yang menderita penyakit tumor Schwannoma, yang awalnya hanyalah sebuah benjolan biasa di kerongkongannya. Namun benjolan ini kemudian membesar dan nyaris membunuhnya. Beruntungan pertolongan segera datang, dia diterbangkan ke Miami Amerika. Di sana dia menjalani pembedahan selama 10 jam, dan dokter mengangkat 10 pon tumor.

9.The Conehead [VIETNAM]

Nguyen Xuan Minh berumur 5 tahun ketika gambar ini dibuat. di Tu Du Hospital 2005. Kondisinya aneh, kepala memanjang ke atas, matanya menonjol. Dokter sempat bingung dengan keadaan itu. Kebanyakan orang percaya bahwa Nguyen mungkin adalah salah satu korban defoliant Jingga Agen, yang dipakai oleh angkatan perang Amerika selama perang Vietnam. Kemungkinannya adalah orangtua Nguyen terkontaminasi defoliant sehingga bocah malang inipun terlahir cacat. Dn mungkin, ia harus menjalani hal ini sepanjang hidupnya. SEjauh ini tidak ada kabar apakah Nguyen mendapat pertolongan dengan kondisinya ini.

10.The Stunted Fingers [VIETNAM]

Le Thi Hoa juga diduga mengalami kecacatan akibat Jingga Agen. Dia dilahirkan dengan jari terhambat; itu, tetapi, tidak menghentikannya dari tulisan dengan ‘excellent keahlian menulis indah. Menyedihkan, baik Le maupun Nguyen adalah dua dari ratusan ribu korban yang harus mengalami efek Jingga Agen yang bertahan lama dan menurun pada generasi berikutnya

Sumber: Haxim Blog

Iklan


Pedang Goujian

Telah melewati sejarah nan panjang selama 2000 tahun lebih namun pedang milik raja Yue, Goujian, ketika dipamerkan di dalam tangan para ahli masih begitu nyata dan misterius. (INTERNET)

Museum Provinsi Hubei, China, beberapa waktu lalu memamerkan pedang Goujian si penguasa Yue. “Pedang Nomer Wahid di Dunia” itu telah berusia 2.000 tahun lebih tapi masih tetap tajam dan tidak berkarat, namun yang dipertanyakan ialah bagaimana ia bisa muncul di dalam makam bangsawan Chu?Sebenarnya ia sebagai hadiah perang Negara Chu ataukah berupa bawaan mas kawin selir penguasa Chu Shaowang? Semuanya masih serba misterius.

Usia 2.000 Tahun Masih Tajam dan Tak Berkarat

Menurut berita Hong.net, pada suatu senja Desember 1965, makam nomor 1 – Chu  Gunung  Jianglingwang – Provinsi Hubei sedang tegang-tegangnya dilakukan penggalian. Tatkala pekerja arkeologi dengan sangat hati-hati membuka peti mati si jenazah, secara tak terduga di sebelah kiri kerangka jenazah terlihat sebilah pedang perunggu yang masih terselip di dalam sarung pedang kayu yang dilapisi cat tersebut.

Pada saat si petugas mencabut pedang itu dari sarungnya, diiringi seberkas sinar dingin yang agak meyilaukan mata, semua orang di tempat itu terperangah. Seorang petugas lainnya begitu kurang hati-hati jarinya luka tergores dan darah mengalir seolah tak mau berhenti. Seorang petugas lainnya lagi mencoba ketajamannya dengan 16 lapis kertas, begitu menggunakan sedikit tenaga, tumpukan kertas itu semuanya robek terpotong.

Pedang perunggu kemilau tersebut memiliki ukuran: panjang 55,7 cm, lebar 4,6 cm, dan panjang gagangnya  8,4 cm, ujung gagangnya berbentuk lempengan bulat yang pada lingkaran dalamnya terdapat 11 lajur lingkaran dengan pahatan halus, halusnya sampai-sampai ada yang menyerupai sehelai rambut.

Sword Grid (bagian pelindung tangan antara pegangan dan pedang), sedikit menonjol keluar yang pada sisi depannya terpasang butiran-butiran kristal biru terbingkai batu turkis, meski di dalam kegelapan memancarkan sinar adem yang misterius. Pada tubuh pedang terdapat tekstur hitam berbentuk berlian yang luar biasa indah.

Yang paling menggembirakan para pakar adalah pada bagian pelindung tangan terdapat grafir 2 baris aksara bergaya Niaozhuan. Jumlah aksara itu ada 8 buah, pakar di lokasi situs kala itu hanya bisa mengungkap 6 aksara diantaranya yakni: “Yue Wang Zhi Zuo Yong Jian  = pedang bikinan sendiri milik raja Yue”.

Wakil kepala bagian umum museum Provinsi Hubei, Wan Quanwen mengatakan, “Dua aksara di tengah yang menunjukkan nama orang, berdasarkan kajian berulang-ulang dari para ahli peneliti bahasa China kuno, baru terungkap itulah salah satu tokoh paling legendaris di dalam sejarah China yakni: Goujian (sang penguasa Yue)”.

Diperkirakan Kado Pernikahan

Bagaimana pedang Goujian si penguasa Yue mendarat di dalam makam Chu, misteri ini hingga sekarang belum bisa diungkap. Perkiraan Wan Qianwen: “Negara Chu dengan Wu maupun Yue pernah berperang beberapa kali. Ada kemungkinan Raja Chu kala itu menghadiahkan pedang tersebut kepada salah seorang pejabat tinggi kepercayaannya.”

Sementara itu sudut pandang lain beranggapan bahwa dari rol bambu (red.: zaman sebelum penemuan kertas menggunakan rol bambu sebagai media/buku tulis) yang tergali dari makam itu menunjukkan, sang jenazah ada kemungkinan bangsawan besar semasa zaman penguasa Chu Huaiwang yang bernama Shao Hua jadi kemungkinan pedang Goujian beralih ke Negara Chu melalui item hadiah pernikahan.

Sesuai catatan kitab sejarah kuno, hubungan kedua negara Chu dan Yue semenjak masa Yun Chang (penguasa Yue) sudah mulai akrab, mereka pernah bersekutu pada suatu periode, Chu Zhaowang si penguasa Chu pernah mempersunting putri Goujian sebagai selirnya dan telah melahirkan Chu Huiwang.

Oleh karena itu pedang perunggu canggih itu ada kemungkinan dijadikan sebagai salah satu item hadiah pernikahan putrinya dan dengan demikian telah berpindah tangan ke Negara Chu, kemudian penguasa Chu menghadiahkannya kepada Shao Hua. Setelah Shao Hua wafat, pedang tersebut ikut terkubur di dalam makamnya.

title

Tiga Sebab Pedang Tak Berkarat

Pedang Raja Yue Goujian telah melalui lorong waktu selama 2.000 tahun lebih, tapi sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda berkarat. Apakah penyebabnya ia tidak sampai berkarat? Para pakar beranggapan, hal itu terutama dimungkinkan oleh situasi dan kondisi pedang tersebut tersimpan.

Wan Qianwen menjelaskan, kandungan tembaga pedang Goujian sekitar 80-83%, kandungan timah 16-17%, selain itu juga terdapat sedikit kadar timbal dan besi. Tembaga sebagai bagian utama dari pedang perunggu itu adalah semacam logam yang non-aktif, pada situasi kondisi sehari-hari memang tidak mudah berkarat.

Pedang Goujian

Kedua, kondisi luar situs pedang Goujian: Makam terbenam di bawah tanah sedalam beberapa meter, satu liang diisi 2 peti mati,  dinding di sekeliling liang makam menggunakan semacam lumpur putih dengan kualitas halus padat, yang dinamakan dunia arkeologi sebagai plaster lumpur pasta putih, bagian bawahnya menggunakan lumpur pasta putih yang sudah dicuci dan disaring secara manual, daya rekatnya sangat baik.

Ditambah lagi bagian atas liang makam diisi dengan tanah yang padat, faktor-faktor itulah membuat makam tersebut nyaris menjadi sebuah ruang yang kedap udara, begitu banyak lapisan kedap yang pada dasarnya telah menyekat ruang makam dengan atmosfer dari luar ruangan. Penelitian iptek moderen menyatakan: di bawah kondisi total tersekat dari oksigen, meski di dalam cairan air biasa atau air asam, besi dan baja tidak akan berkarat.

Selain itu, makam Chu no.1 di Gunung Wang terletak di atas tanggul kering dari Sungai Zhang di dekat Kota Jinzhou moderen, level air bawah tanah agak tinggi, ruang makam dalam jangka waktu lama pernah pula terendam oleh air, sifat asam air bawah tanah tidak besar, pada dasarnya cenderung netral, terbukti dengan sejumlah besar peralatan/artefak kayu dengan dilapisi cat yang indah keadaan penyimpanannya agak baik. Sesudah terendam air bawah tanah, udara di dalam ruang makam juga menyusut banyak.

Mengenai pedang Goujian apakah masih sama tajamnya seperti pada saat digali keluar, Wan Qianwen menyatakan: “sesudah itu tidak pernah lagi dilakukan test semacam itu.”  (The Epoch Times/whs)

%d blogger menyukai ini: